Hasan al-Basri, suatu ketika menemui seorang pemuda yang sedang berduaan dengan seorang wanita ditepi sungai Dajlah, sementara di sisi mereka terdapat sebuah botol arak.
Lalu Hasan berbisik dalam hati:
"Alangkah jahatnya orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!"
Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam.
Lelaki yang sedang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang tenggelam.
Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.
Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata:
"Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkanlah satu orang lagi yang belum sempat saya tolong.
Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya sudah menyelamatkan enam orang."
Bagaimanapun, Hasan al-Basri gagal menyelamatkan satu orang itu.
Maka lelaki itu bertanya padanya.
"Tuan, sebenarnya wanita yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan arak. Ini hanya untuk menguji tuan."
Hasan al-Basri pun tertegun lalu berkata:
"Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan."
Orang itu menjawab:
"Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan."
Semenjak itu, Hasan al-Basri selalu merendahkan diri bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih dari orang lain.
Senin, 07 November 2016
JAGALAH PRASANGKA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar