Senin, 07 November 2016

ANJING ITU LEBIH MULIA DARIKU

Ketika musim hujan,

Syaikh Abdurrahman bin Said (Seorang faqih dan Wali Besar di Zamannya) melewati suatu jalan yang becek dan berlumpur.

Saat itu juga, dari kejauhan tampak seekor anjing yang sedang melintas dari arah yang berlawanan.

Syaikh Abdurrahman mencoba menghindari anjing itu dengan menepi ke pinggir jalan.
Anehnya, ketika anjing itu sudah mendekat, beliau malah berpindah ke jalan yang becek dan membiarkan anjing itu melewati jalan ''bersih'' yang ia pijaki.

Salah satu muridnya yang menyaksikan kejadian itu lantas mendatanginya, Syaikh Abdurrahman tampak sedih dan termenung, si murid lalu bertanya:

Ya Syaikh.. aku bingung melihat apa yang Syaikh lakukan, mengapa engkau malah berpindah ke jalan yang kotor dan membiarkan anjing itu lewat di jalan yg bersih.???

Beliau lalu menjawab :
"Awalnya.. aku memang ingin membiarkan anjing itu lewat di jalan yang kotor, lantas aku berfikir dan mengatakan dalam hati :
"Bukankah anjing itu lebih mulia dariku?
Bukankah ia lebih baik dariku?
Aku punya banyak dosa dan maksiat sedangkan anjing itu tak punya dosa sama sekali, kalau begitu ia lebih pantas dimuliakan dari pada diriku yang hina ini,

Sekarang aku takut Allah tidak akan mengampuniku karena aku telah merendahkan mahluk-Nya yg lebih mulia dariku''

Kawanku......
Mereka para Awliya' Allah, selalu meyakini bahwa mereka adalah mahluk paling hina yang pernah ada, padahal di sisi Allah, mereka begitu mulia dan berharga bagaikan emas dan permata.



Abdul Ghoni Masyhuri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar