Rumi Menceritakan :
Pada hari itu,
Nabi Isa, berpergian di padang pasir yang jaraknya tidak jauh dari Baitul maqdis bersama sekelompok orang yang memiliki Ego tinggi.
Mereka meminta agar Nabi Isa memberitahu doa Rahasia yang sering digunakannya untuk menghidupkan orang yang sudah meninggal.
Nabi Isa :
"Kalau Aku beritahu rahasia itu pada kalian, Aku khawatir kalian akan menyalah gunakannya."
Mereka menerima nasihat itu. Akan tetapi, karena kuatnya Ego, mereka tetap memaksa.
Mereka berkata, :
"Oh Putra Maryam, kami siap untuk ilmu Ilahi seperti itu. Dengan itu, akan menambah kekuatan iman kami."
Setelah mendengar ucapan mereka, Dengan bijak Beliau berkata :
"Kalian sungguh tidak memahami tentang apa yang kalian minta,"
Karena semakin mendesaknya keingingan mereka, akhirnya diberitahukan juga Doa Rahasia itu.
Setelahnya, orang-orang tersebut berpisah dan berjalan ke tempat yang jarang dilalui manusia. Hinga mereka melihat tumpukan tulang yang bersih memutih.
Rasa penasaran akan keampuhan Doa itu, tak bisa dibendung oleh mereka.
"Mari kita uji Doa itu," Ujar salah satu dari mereka,
Dan diucapkanlah Doa itu.
Tak selang lama setelah Doa itu diucapkan, tulang belulang itupun segera terbungkus sebuah daging dan menjelma menjadi seekor binatang yang liar dan lapar.
Kemudian mencakar dan merobek-robek mereka sampai menjadi serpihan daging, dan dimakanlah daging-daging itu.
Abdul Ghoni Masyhuri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar